Polinomial

Sekarang kita akan membahas polinomial atau suku banyak.  apa itu suku banyak dan bagaimana bentuknya, mari kita simak pada penjelasan dibawah ini.
Bentuk Umum
F(x) = an xn + an – 1 xn – 1 + an – 2 xn – 2 + … + … a2x2 + a1x + a0
keterangan :
n = derajat suku banyak
a0 = konstanta
an, an – 1, an – 2, … = koefisien dari xn, xn – 1, xn – 2, …
Pangkat merupakan bilangan cacah.

Penjumlahan dan pengurangan polinomial

Ketika menjumlah atau mengurangkan polinomial, maka yang anda jumlah atau kurangkan adalah suku-suku yang sejenis. Untuk polinomial satu variabel,suku-suku satu jenis adalah suku-suku dengan eksponen variabelnya sama misalkan 2x dan 4x, 3x² dan 5x². 

Mengalikan polinomial 

DI SMP anda telah mempelajari cara mengalikan dua polinomial. Disini kita hanya sekedar mengulanginya. 
Pembagian Suku Banyak
Bentuk Umum
F(x) = P(x).H(x) + S(x)
dimana :
F(x) = suku banyak
P(x) = pembagi
H(x) = hasil bagi
S(x) = sisa

Metode Pembagian Suku Banyak

contoh :
F(x) = 2x³ – 3x² + x + 5 dibagi dengan P(x) = 2x² – x – 1
1. Cara bersusun
Sehingga hasil baginya: H(X) = x – 1, sisanya S(x) = x + 4
2. Cara Horner/skema
cara ini dapat  digunakan untuk pembagi berderajat 1 atau pembagi yang dapat difaktorkan menjadi pembagi-pembagi berderajat 1
Cara:
• Tulis koefisiennya saja → harus runtut dari koefisien xn, xn – 1, … hingga konstanta (jika ada variabel yang tidak ada, maka koefisiennya ditulis 0)
Contoh: untuk 4x³ – 1, koefisien-koefisiennya adalah 4, 0, 0, dan -1 (untuk x³, x², x, dan konstanta)7
• Jika koefisien derajat tertinggi P(x) ≠ 1, maka hasil baginya harus dibagi dengan koefisien derajat tertinggi P(x)
• Jika pembagi dapat difaktorkan, maka:
Jika pembagi dapat difaktorkan menjadi P1 dan P2, maka S(x) = P1.S2 + S1
Jika pembagi dapat difaktorkan menjadi P1, P2, P3, maka S(x) = P1.P2.S3 + P1.S2 + S1
Jika pembagi dapat difaktorkan menjadi P1, P2, P3, P4, maka S(x) = P1.P2.P3.S4 + P1.P2.S3 + P1.S2 + S1
dan seterusnya
Untuk soal di atas,
P(x) = 2x² – x – 1 = (2x + 1)(x – 1)
P1: 2x + 1 = 0 → x = –½
P2: x – 1 = 0 → x = 1
Cara Hornernya:
H(x) = 1.x – 1 = x – 1
S(x) = P1.S2 + S1 = (2x + 1).1/2 + 7/2 = x + ½ + 7/2 = x + 4

Teorema sisa

1.jika suku banyak f (x) dibagi x-k, maka akan bersisa f (k)  
Contoh soal
F (x) = x4 + 3x³ – 2x² + x – 5  : (x-2) 
Maka hasilnya: ( x³ + 5x² + 8x + 17) + 29
Soal tersebut bisa dibuktikan dengan cara hoerner maupun bersusun. 
2. Jika suku banyak f (x)  dibagi a (x)  - b maka akan bersisa f (b/a)
Contoh soal
F (x)  = x4+ 3x³ + 2x² + x – 5 : ( 2x – 1)
Maka hasilnya : ( x³ + 7/2x² + 15/4x + 23/8 ) – 57/16
Soal tersebut bisa dibuktikan dengan cara horner dan bersusun
3. Jika suatu banyak f (x)  dibagi ( x-a) (x-b) maka sisanya adalah px + q dengan f (a) = p (a)  + q dan f (b)  = p (b)  + q
Contoh soal
F (x) = x³ – 2x² +3x – 1 : (x² + x – 2 )
Jawab
Faktorkan 
X² + x  - 2 
( x + 2) (x – 1)
a = -2
b = 1
F (x) = x³ – 2x² + 3x – 1 
F (a) = a³ – 2 (a) 2 + 3 (a)  - 1
F (-2)= (-2)³ – 2 (-2) + 3 (-2) – 1
         = -8 -8 -6 -1 
         = -23
F (b) = b³ – 2 (b) ² + 3 (b)  - 1
F (1) = 1³ - 2 (1)² + 3 (1) – 1
         = 1 – 2 + 3 – 1
         = 1
Teorem sisa 
F (a) = p (a) + q 
F (-2) = p (-2) + q 
F (-2) = -2p + q
-23    = -2p + q
-2p+q = -23....... Persamaan 1
F (b) = p (b) + q
F (1) = p (1) + q
F (1) = p + q
1      = p + q
P+q = 1......... Persamaan 2
Eliminasi
-2p +q = -23
P + q   = 1 – 
-3p      = -24
   P      = 8
Subsitusi
P + q = 1
8 + q = 1 
       q = 1 – 8
       q = -7
Sisa 
Px + q
8x – 7
Cara pembuktiannya bisa menggunakan cara bersusun


Terimakasih, semoga bermanfaat 


 

Komentar